Sabtu, 05 Maret 2016

Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD)



GASTRO ESOPHAGEAL REPLUX DESEASE (GERD)
Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah masalah yang cukup umum terjadi di masyarakat. Kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju esofagus (kerongkongan) dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada.
Dalam Akupunktur Dan Moksibasi, penyakit yang mirip GERD ini antara lain :
1. Borborygmus (Cao CA), Jenis ini di sebut juga Gnawing Hunger atau "perut keroncongan". Keadaan ini seeing disertai sendawa, rasa penuh dalam perut, Dan rasa asam yang berasal dari makanan/cairan lambung.
2. Regurgitasi Makanan,  yaitu kondisi dimana makanan/ciaran setengah cerna berbalik. Biasanya terjadi 1/2 jam setelah makan. Rasa kelelahan menjadi salah satu pemicu terjadinya regurgitasi. Yup
3. Dysphagia (Ye GE) adalah kondisi dimana kita tidak mampu menelan. Sepertinya makanan terhenti diantara kerongkongan dan diafragma.
4. Cegukan (E NI) atau Hicup adalah terjadi Karena kontraksi diaphragma dan tidak disertai muntah atau regurgitasi
5. Regurgutasi Asam (Tun Suan) Kondisi dimana terjadinya regurgitasi sebelum makanan tertelan, jadi ada pengeluaran cairan asam.
6. Muntah Asam yaitu kondisi dimana terjadi muntah Adam secara tiba tiba, tetapi berbeda dengan regurgitasi asam.




Meskipun masalah. GERD cukup kompleks namun dari aspek etiologi dapat dibedakan sebagai berikut ;
1. Stress Emotional ; stress emotional dapat menyebabkan Stagnasi Qi, tertahannya lendir dan keadaan defisiensi.
2. Diet tidak beraturan. Ketidakteraturan makan menyebabkan stagnasi Qi dalam lambung
3. Bekerja berlebihan dan terlalu capai (overworks). Hal ini menyebabkan defisiensi Qi Lambung, yang menyebabkan Qi Lambung lambat mengalir Dan akan mrmpengaruhi Qi Lambung, Ginjal, dan Limpa.

Setelah dilakukan diagnosa, seorang akupunturis dapat merencanakan tahan terapi, frekuensi da durasinya. Prinsip utama terapi adalah bagaimana melakukan harmonisasi energi diantara organ organ terkait. Dengan harmonis tubuh akan kembali memuliki sistem homeostasis, yang mampu mengendalikan seluruh mekanisme kerja sistem organ dalam keadaan normal.

2 komentar:

  1. Saya tertarik dengan artikel yang ditampilkan dalam blog ini saya tunggu artikel terbaru nya
    Terimakasih

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Sehat Alami di 2018

Mengawali tahun 2018, kita dihebohkan dengan adanya wabah difteri yang menyerang anak anak bahkan bisa juga menyerang orang dewasa. Untuk...